Ponsel dan Komputer Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Ponsel dan Komputer Bisa Jadi Sarang Bakteri

Banyak orang saat ini salah duga. Produk elektronik mutakhir dengan kemasan menawan dan futuristik, dianggap semuanya bersih dan bebas kuman. Sebaliknya, barang-barang yang berdekatan dengan toilet atau tempat sampah, seakan selamanya dianggap penuh kuman.

Akibat pemahaman seperti itu, orang cenderung rajin membersihkan toilet dan tempat sampah, namun jarang membersihkan produk-produk elektronik mereka. Hasil penelitian Jim Francis, pakar higienis Jerman, rupanya bisa menjadi peringatan bagi masyarakat yang terbiasa dengan pemahaman seperti itu.

Berdasar hasil penelitiannya yang dikutip Telegraph, ponsel mengandung bakteri hidup 18 kali lebih banyak dibanding gagang pintu toilet. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 30 ponsel dari beberapa orang berbeda.

Sebuah ponsel dapat dipadati aneka bakteri. Termasuk di antaranya bakteri faecal coliforms. Bakteri ini dapat mengakibatkan gangguan pencernaan dan perut. Bakteri-bakteri tersebut dapat berkembang biak lantaran pemilik ponsel jarang membersihkannya.

Peneliti ini menyarankan, guna mencegah berkembang biaknya bakteri, sebaiknya ponsel dibersihkan dan disterilkan dengan alcohol wipe, yakni pembersih yang mengandung sedikit alkohol.

Berdasar hasil penelitian itu pula, orang-orang yang selama ini jarang mernbersihkan perangkat elektronik lain seperrti komputer, kalkulator, jarn, kulkas, magic com, layak mewaspadai munculnya bakteri pada barang-barang mereka. Barang-barang tersebut sepintas memang masih kelihatan bersih lantaran penampilan luamya memang mengesankan bersih. Namun jika diamati lebih detail, aneka bakteri bisa bersarang.

Bakteri pada Keyboard

Dokter Daniel Irawan yang selanra ini intensif mengamati kebersihan komputer ternyata juga mengungkapkan fenomena hampir sama, Menurutnya, komputer temyata bukan hanya perlu diwaspadai radiasinya. Tapi juga bakteri dan kuman lain.

Salah satu bakteri yang telah ditemukan bersarang di keyboard adalah superbug. Bakteri ini tergolong jenis staphylococcus aureus, dengan nama ilmiah MRSA (methicillin-resistant staphylococcus aureus).

Sebenarnya bakteri tersebut banyak terdapat di mana-mana. Keberadaannya menjadi pusat perhatian lantaran bakteri tersebut diketahui banyak berkembang di keyboard yang selama ini terkesan bersih di mata pengguna komputer. Bakteri ini memiliki kemampuan lebih dalam menyebabkan sistem tubuh manusia yang diinfeksinya mengalarni resistensi atau kebal terhadap antibiotika. Ia banyak berdiam di celah-celah keyboard yang rnemang didesain dengan sejuta kerumitan dalam hal pernbersihan tersebut.

Tuts-tuts yang memiliki celah dalam banyak jenis keyboard computer konvensional memarg sulit dibersihkan sepenuhnya, dan tak bisa dipungkiri berpotensi menyimpan kuman. Menurut Daniel, kuman-kuman tersebut akan berkembang lebih banyak pada keyboard atau kompuler di tempat umum seperti warnet atau rental komputer.

MRSA sendiri ditemukan pertama pada 1961 di Inggris dan menginfeksi tubuh manusia sebagaimana bakteri lainnya, baik melalui inhalasi atau pernapasan maupun celah lubang lainnya pada tubuh manusia.

Ada pula superbug lainnya yang dinamakan YRE (vancomycin-resistant enterococcus faecium) dari golongan bakteri enterococcus dan pseudomonas aeruginosa dari golongan bakteri anaerob yang pada beberapa literatur turut digolongkan dalam superbug ini.Yang menyedihkan, seiring meningkatnya penggunaan komputer personal maupun laptop, ternyata perilaku manusia justru cenderung lebih jorok. Misalnya, sambil mengetik mereka merokok, minum, dan makan. Banyak pula di warnet, orang main games sambil neneguk ninuman dan makan sembarangan.

Tanpa disadari, kotoran sisa abu rokok, minuman, serta makanan masuk ke celah tuts keyboard. Dan tanpa terasa pula, kebiasaan buruk yang berulang-ulang ini membuat keyboard menjadi tumpukan sampah. Banyaknya laporan atas proses patologis yang disebabkan bakteri MRSA ini pada pengguna tetap komputer dalam pekerjaan atau aktivitasnya sehari-hari membuat sebuah institusi kesehatan nasional (National Health Service) mulai bekerja sama dengan beberapa universitas rnengembangkan desain keyboard baru.

Rancangan baru tersebut menurut Daniel, diharapkan mampu menekan penyebaran kunam. Permukaannya dibuat datar tanpa celah-celah dalam. Selain lebih mudah dibersihkan, penggantian bahan dasar dari plastik ke silikon juga disebut-sebut bisa menekan penyebaran MRSA hingga 70 persen.

Sejumlah ilmuwan mengungkapkan, solusi paling tepat guna menekan perkembangbiakan bakteri adalah dengan sering membersihkan keyboard. Bahkan ada yang menganjurkan, pembersihan dengan air dan alkohol saja tidak cukup untuk membasmi bakteri sampai habis. Disarankan pula penggunaan cairam kimia hidrogen peroksida dalam jumlah yang tak merusak permukaan keyboard. Frekuensinya paling tidak dua kali sehari.

Selain itu, sehabis menggunakan komputer, pengguna disarankan mencuci tangan menggunakan sabun. Kebiasaan merokok, minum, dan makan di depan komputer pun sudah saatnya dihentikan. (Koran SM)

Artikel terkait :

2 Responses to Ponsel dan Komputer Bisa Menjadi Sarang Bakteri

  1. Ping-balik: Google+ Terbuka Untuk Umum « pendidikan dan iptek

  2. Ping-balik: Cara Menjaga Kesehatan Rambut bagi Perempuan Berjilbab « pendidikan dan iptek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: