Manchester United F.C

Manchester United F.C.

Manchester United F.C.

Nama lengkap Manchester United Football Club
Julukan The Red Devils
Didirikan 1878 dengan nama Newton Heath LYR F.C.
Stadion Old Trafford
(Kapasitas: 75.957)
Pemilik Keluarga Glazer
Wakil ketua Joel Glazer dan Avram Glazer
Manajer Alex Ferguson
Liga Liga Utama
2010–2011 Liga Utama, ke-( 9juara)
Situs web Situs web resmi klub

Kostum kandang

Kostum tandang

Kostum ketiga

Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,

Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.

Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson – dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership di tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan sebelas kali merebut trofi juara.

Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).

Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 21 trofi besar – jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 18 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali. Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.

Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatikSejarah

SEJARAH

Tahun awal (1878–1945)

Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.

Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau – emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan “L&YR” dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja..

Tak lama kemudian, di tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.[3]

Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies, direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya, kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim.[4] Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata “Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?”[5] Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.

Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.

Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.

United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.

Era Sir Matt Busby Busby (1945–1969)

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.

Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain disegala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.

Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munich, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munich air tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.[6] Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat tragedi Munich air.

Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

Masa sulit (1969–1986)

Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O’Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O’Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O’Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau “Doc”, menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.

Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.

Era Alex Ferguson (1986–sekarang)

  • Sebelum Treble (1986-1998)

Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.

United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.

United memenangkan Winners’ Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.

Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim nasional sepak bola Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan “Double Double”.

Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua gelar, Arsenal.

  • Treble (1998–1999)

Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Utama Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama.[8] Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa.[9] Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit.[9] Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.[10] Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions Eropa 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1. Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.

  • Setelah Treble (1999–sekarang)

United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14. Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.

Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikikan United.

United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.[13]

Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat).

Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.[16]

Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derbi Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.

Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2×45 menit serta perpanjangan waktu 2×15 menit. Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.

Lambang dan warna klub

logo tahun 60an

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah (kaos), putih (celana), dan hitam (kaos kaki), yang menjadi standar seragam MU sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City, kaos berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.

Kostum tandang biasanya adalah kaos putih, celana hitam, dan kaos kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaos biru bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaos biru dengan garis horisontal perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat MU kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak pertama, MU kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih, tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama dengan seragam abu-abu itu.[17][18] Seragam tandang MU yang terkenal lainnya adalah kaos putih dengan lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir yang didesain Umbro sebelum MU memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.

Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang dipakai 1996, dan kaos putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada 2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaos biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan Southampton dan PSV Eindhoven.

Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan “Setan Merah” (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford.[19] Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam lambang klub dengan memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan “Football Club”.Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

Daftar pemain

1. Skuat utama

Hingga 18 Februari 2011.

No. Pos. Nama
1 GK Edwin van der Sar
3 DF Patrice Evra
4 MF Owen Hargreaves
5 DF Rio Ferdinand
6 DF Wes Brown
7 FW Michael Owen
8 MF Anderson
9 FW Dimitar Berbatov
10 FW Wayne Rooney
11 MF Ryan Giggs
12 DF Chris Smalling
13 MF Park Ji-Sung
14 FW Javier Hernández
15 DF Nemanja Vidić
16 MF Michael Carrick
17 MF Nani
18 MF Paul Scholes
20 DF Fábio
No. Pos. Nama
21 DF Rafael
22 DF John O’Shea
23 DF Jonny Evans
24 MF Darren Fletcher
25 MF Antonio Valencia
26 FW Gabriel Obertan
28 MF Darron Gibson
29 GK Tomasz Kuszczak
33 FW Bébé
34 GK Anders Lindegaard
37 MF Robert Brady
41 FW Joshua King
42 MF Paul Pogba
45 DF Oliver Gill
46 MF Ryan Tunnicliffe
47 MF Oliver Norwood
49 MF Ravel Morrison

2. Sedang dipinjamkan

No. Pos. Nama
19 FW Danny Welbeck (di Sunderland hingga 30 Juni 2011)
27 FW Federico Macheda (di Sampdoria hingga 30 Juni 2011)
30 DF Ritchie De Laet (di Portsmouth hingga 30 Juni 2011)
31 MF Corry Evans (di Hull City hingga 30 Juni 2011)
32 FW Mame Biram Diouf (di Blackburn Rovers hingga 30 Juni 2011)
35 MF Tom Cleverley (di Wigan Athletic hingga 30 Juni 2011)
38 FW Nicky Ajose (di Bury hingga 30 Juni 2011)
40 GK Ben Amos (di Oldham Athletic hingga 30 Juni 2011)
44 DF Joe Dudgeon (di Carlisle United hingga 30 Juni 2011)

Kapten klub

Waktu Nama Catatan
1878–1896 Tidak diketahui
1896–1903 Harry Stafford Kapten pertama Manchester United
1903–1904 Tidak diketahui
1904–1907 Jack Peddie
1907–1913 Charlie Roberts
1913–1919 George Stacey
1919–1922 George Hunter
1922–1928 Frank Barson
1928–1932 Jack Wilson
1932–1936 Hugh McLenahan
1936–1939 Jimmy Brown
1939–1946 Tidak ada Tidak ada sepak bola ketika Perang Dunia Kedua dan stadion Old Trafford hancur dibom tentara Jerman
1946–1953 Johnny Carey Kapten pertama yang berasal dari luar Inggris Raya dan kapten pertama MU di Maine Road
1953–1954 Allenby Chilton Kapten selama 1 musim setelah Johnny Carey pensiun.
1954–1958 Roger Byrne Meninggal dunia pada tahun 1958 Tragedi Munich Air
1958–1962 Bill Foulkes
1962-1967 Noel Cantwell
1967–1973 Bobby Charlton Kapten dengan Rekor Penampilan terbanyak sepanjang sejarah MU
1973–1979 Martin Buchan
1979–1982 Sammy McIlroy
1982–1994 Bryan Robson Kapten terlama sepanjang sejarah United
1994–1996 Steve Bruce
1996–1997 Eric Cantona Kapten pertama di MU yang berakhir pensiun
1997–2005 Roy Keane Memenangkan lebih banyak trofi dibandingkan kapten United lainnya
2005–2008 Ryan Giggs
2008-2010 Gary Neville Kapten pertama yang lahir di Manchester Raya sejak Roger Bryne.
2010-sekarang Nemanja Vidic

Pemain terkenal

Daftar pemain Manchester United F.C.

Ini adalah daftar pemain yang pernah bermain bagi Manchester United F.C. atau Newton Heath L&YR F.C.. Daftar ini hanya menampilkan pemain yang pernah tampil membela Manchester United sebanyak minimal 100 kali (termasuk tampil sebagai cadangan) pada pertandingan resmi tim. Beberapa pemain yang berkontribusi besar bagi klub namun hanya sempat bermain disedikit laga juga dimasukkan (contoh: Liam Whelan).

Daftar Pemain

Keterangan tabel

  • Apps — Jumlah pertandingan pemain dimainkan sebagai starter
  • Sub — Jumlah pertandingan pemain dimainkan sebagai cadangan
  • Total — Total pertandingan pemain dimainkan sebagai starter maupun cadangan
Keterangan Posisi
GK Penjaga gawang RB Bek kanan RM Gelandang kanan RW Sayap kanan
CB Bek sentral LB Bek kiri LM Gelandang kiri LW Sayap kiri
DF Bek FB Bek penuh MF Gelandang W Sayap
FW Penyerang HB Gelandang bertahan CM Gelandang sentral

Statistik per 27 Januari 2008

Nama Posisi Karier Manchester United Pertandingan Goals
Apps (Sub) Total
Willie Stewart HB/FW 1889–1895 149 (0) 149 23
Alf Farman FW 1889–1895 121 (0) 121 53
Bob Donaldson FW 1892–1897 147 (0) 147 66
James McNaught HB 1892–1898 157 (0) 157 12
Fred Erentz LB 1892–1902 303 (0) 303 9
Joe Cassidy FW 1893,
1895–1900
167 (0) 167 99
Dick Smith LW/FW 1894–1898,
1900-1901
100 (0) 100 37
Walter Cartwright HB 1895–1905 257 (0) 257 8
Harry Stafford RB 1896–1903 200 (0) 200 1
William Bryant FW 1896–1900 127 (0) 127 33
Frank Barrett GK 1896–1900 132 (0) 132 0
Billy Morgan HB 1896–1903 152 (0) 152 7
Billy Griffiths HB 1899–1905 175 (0) 175 30
Alf Schofield FW 1900–1907 179 (0) 179 35
Vince Hayes RB 1901–1907,
1908–1910
128 (0) 128 2
Jack Peddie FW 1902–1903,
1904–1907
121 (0) 121 58
Alex Downie HB 1902–1909 191 (0) 191 14
Alex Bell HB 1903–1913 309 (0) 309 10
Bob Bonthron RB 1903–1907 134 (0) 134 3
Harry Moger GK 1903–1912 266 (0) 266 0
Dick Duckworth HB 1903–1915 254 (0) 254 11
Charlie Roberts HB 1904–1913 302 (0) 302 23
Dick Holden RB 1904–1914 117 (0) 117 0
Jack Picken FW 1905–1911 122 (0) 122 46
George Wall LW 1906–1915 319 (0) 319 100
Billy Meredith RW 1906–1921 335 (0) 335 36
Sandy Turnbull FW 1906–1915 247 (0) 247 101
George Stacey Various 1906–1915 270 (0) 270 9
Harold Halse FW 1908–1912 125 (0) 125 56
Arthur Whalley HB/MF 1909–1920 106 (0) 106 6
Enoch West FW 1910–1916 181 (0) 181 80
Robert Beale GK 1912–1919 112 (0) 112 0
Jack Mew GK 1912–1915,
1919-1927
199 (0) 199 0
Lal Hilditch HB/LW 1916–1932 322 (0) 322 7
Jack Silcock LB 1917–1934 449 (0) 449 2
Joe Spence FW 1919–1933 510 (0) 510 168
Charlie Moore RB 1919–1921,
1922-31
328 (0) 328 0
John Grimwood HB 1919–1927 205 (0) 205 8
Teddy Partridge FW 1920–1929 160 (0) 160 18
Alf Steward GK 1920–1932 326 (0) 326 0
Ray Bennion HB 1921–1932 301 (0) 301 3
Harry Thomas FW 1921–1931 135 (0) 135 13
Arthur Lochhead FW 1921–1925 153 (0) 153 50
Frank McPherson FW/LW 1922–1928 175 (0) 175 52
Frank Barson HB 1922-1928 152 (0) 152 4
Frank Mann HB 1922-1930 197 (0) 197 5
Jimmy Hanson FW 1924–1931 147 (0) 147 52
Tom Jones LB/RB 1924–1937 200 (0) 200 0
Jack Wilson HB 1926–1932 140 (0) 140 3
Hugh McLenahan HB 1927–1937 116 (0) 116 12
Harry Rowley FW 1928–1931,
1934-1937
180 (0) 180 55
Thomas Reid FW 1929–1933 101 (0) 101 67
George McLachlan FW 1929–1933 116 (0) 116 4
Tom Manley Various 1930–1939 195 (0) 195 41
Jack Mellor HB 1930–1937 122 (0) 122 0
George Vose HB/MF 1933–1939 209 (0) 209 1
Bill McKay HB 1933–1940 182 (0) 182 15
Jack Griffiths LB 1934–1944 173 (0) 173 1
George Mutch FW 1934–1937 120 (0) 120 49
Thomas Bamford FW 1934–1938 109 (0) 109 57
Billy Bryant FW 1934–1939 157 (0) 157 42
James Brown HB 1935–1939 110 (0) 110 1
Charlie Mitten LW 1936–1952 162 (0) 162 61
Johnny Carey FB 1936–1953 344 (0) 344 17
Stan Pearson FW 1937–1954 343 (0) 343 148
Jack Rowley FW 1937–1955 424 (0) 424 211
Allenby Chilton HB 1938–1955 391 (0) 391 3
Jack Warner HB 1938–1940,
1946-1951
116 (0) 115 2
John Aston, Sr. LB 1939–1954 284 (0) 284 30
Henry Cockburn HB 1943–1954 275 (0) 275 4
Jack Crompton GK 1944–1956 212 (0) 212 0
Jimmy Delaney RW/FW 1946–1950 184 (0) 184 28
Billy McGlen HB 1946–1952 122 (0) 122 2
Roger Byrne LB/LW 1949–1958 280 (0) 280 20
John Downie FW 1949–1953 116 (0) 116 37
Ray Wood GK 1949–1958 208 (0) 208 0
Don Gibson HB 1950–1955 115 (0) 115 0
Mark Jones HB 1950–1958 121 (0) 121 1
Jackie Blanchflower HB 1950–1958 117 (0) 117 27
Dennis Viollet FW 1950–1962 293 (0) 293 179
Johnny Berry RW 1951–1958 276 (0) 276 45
Bill Foulkes HB/RB 1951–1970 685 (3) 688 9
David Pegg LW 1952–1958 150 (0) 150 28
Duncan Edwards HB 1952–1958 177 (0) 177 21
Bobby Charlton CM/FW 1953–1973 757 (2) 759 249
Tommy Taylor FW 1953–1958 191 (0) 191 131
Liam Whelan FW 1953–1958 98 (0) 98 52
Albert Scanlon LW 1954–1960 127 (0) 127 35
Freddie Goodwin HB 1954–1960 107 (0) 107 8
Eddie Colman HB 1955–1958 108 (0) 108 2
Ronnie Cope HB 1956–1961 106 (0) 106 2
David Gaskell GK 1956–1967 119 (0) 119 0
Johnny Giles CM 1956–1963 115 (0) 115 13
Shay Brennan RB/LW 1957–1970 358 (1) 359 6
Harry Gregg GK 1957-1966 247 (0) 247 0
Albert Quixall FW 1958–1963 183 (0) 183 56
Nobby Stiles HB 1959–1971 394 (0) 394 19
Maurice Setters HB 1960–1964 194 (0) 194 14
Tony Dunne LB/RB 1960–1973 534 (1) 535 2
Noel Cantwell LB 1960–1967 146 (0) 146 8
David Herd FW 1961–1968 264 (1) 265 145
Denis Law FW 1962–1973 398 (6) 404 237
David Sadler Various 1962–1973 328 (7) 335 27
George Best LW/RW/FW 1963–1974 470 (0) 470 179
Pat Crerand HB 1963–1971 397 (0) 397 15
John Fitzpatrick RB 1963–1973 141 (6) 147 10
John Aston, Jr. FW/LW 1964–1972 166 (21) 187 27
John Connelly FW 1964–1966 112 (1) 113 35
Brian Kidd FW 1966–1974 257 (9) 266 70
Alex Stepney GK 1966–1979 539 (0) 539 2
Francis Burns LB 1967–1972 143 (13) 156 7
Steve James HB 1968–1975 160 (1) 161 4
Willie Morgan RW 1968–1975 293 (3) 296 34
Sammy McIlroy CM/FW 1971–1982 391 (28) 419 71
Martin Buchan CB 1972–1983 456 (0) 456 4
David McCreery MF 1972–1979 57 (53) 110 8
Alex Forsyth RB 1972–1978 116 (3) 119 5
Brian Greenhoff CB 1973–1979 268 (3) 271 17
Lou Macari MF/FW 1973–1984 374 (27) 401 97
Gerry Daly CM 1973–1977 137 (5) 142 32
Stewart Houston LB 1973–1980 248 (2) 250 16
Jimmy Nicholl RB 1974–1982 235 (13) 248 6
Arthur Albiston LB 1974–1988 467 (18) 485 7
Stuart Pearson FW 1974–1979 179 (1) 180 66
Steve Coppell RW 1975–1983 393 (3) 396 70
Gordon Hill LW 1975–1978 133 (1) 134 51
Jimmy Greenhoff FW 1976-1980 119 (4) 123 36
Ashley Grimes LB 1977–1983 77 (30) 107 11
Gary Bailey GK 1978–1987 375 (0) 375 0
Joe Jordan FW 1978–1981 125 (1) 126 41
Gordon McQueen CB 1978–1985 229 (0) 229 26
Kevin Moran CB 1978–1988 284 (5) 289 24
Mickey Thomas LW 1978–1981 110 (0) 110 15
Ray Wilkins CM 1979–1984 191 (3) 194 10
Mike Duxbury RB 1980–1990 345 (33) 378 7
Mark Hughes FW 1980–1986,
1988–1995
453 (14) 467 163
Norman Whiteside CM/FW 1981–1989 256 (18) 274 67
John Gidman RB 1981–1986 116 (4) 120 4
Frank Stapleton FW 1981–1987 267 (21) 288 78
Remi Moses CM 1981–1988 188 (11) 199 12
Bryan Robson CM 1981–1994 437 (24) 461 99
Clayton Blackmore DF/MF 1982–1994 201 (44) 245 26
Paul McGrath CB 1982–1989 192 (7) 199 16
Graeme Hogg CB 1984–1988 108 (2) 110 1
Jesper Olsen LW 1984–1988 149 (27) 176 24
Gordon Strachan RM 1984–1989 195 (6) 201 38
Peter Davenport FW 1986–1988 83 (23) 106 26
Brian McClair FW 1987–1998 398 (73) 471 127
Steve Bruce CB 1987–1996 411 (3) 414 51
Lee A. Martin LB 1988–1994 84 (25) 109 2
Lee Sharpe LW 1988–1996 213 (50) 263 36
Mal Donaghy CB/LB 1988–1992 98 (21) 119 0
Mike Phelan MF/DF 1989–1994 127 (19) 146 3
Neil Webb CM 1989–1992 105 (5) 110 11
Gary Pallister CB 1989–1998 433 (4) 437 15
Paul Ince CM 1989–1995 276 (5) 281 29
Denis Irwin LB/RB 1990–2002 511 (18) 529 33
Ryan Giggs LW/RW/CM 1990– 659 (84) 743 143
Andrei Kanchelskis RW 1991–1995 132 (29) 161 36
Peter Schmeichel GK 1991–1999 398 (0) 398 1
Paul Parker RB 1991–1996 137 (9) 146 2
Nicky Butt CM 1993–2004 307 (79) 386 26
David Beckham RM/CM 1993–2003 356 (38) 394 85
Eric Cantona FW 1992–1997 184 (1) 185 82
Gary Neville RB/CB 1993– 514 (26) 540 7
Roy Keane CM 1993–2005 458 (22) 480 51
Paul Scholes CM 1993– 456 (93) 549 138
Philip Neville LB/RB/CM 1994–2005 301 (85) 386 8
David May CB/RB 1994–2003 98 (20) 118 8
Andrew Cole FW 1995–2001 231 (44) 275 121
Ronny Johnsen CB/CM 1996–2002 131 (19) 150 9
Ole Gunnar Solskjær FW/W 1996–2007 216 (150) 366 126
Teddy Sheringham FW 1997–2001 101 (52) 153 46
Henning Berg CB 1997–2000 81 (22) 103 3
Wes Brown CB/RB 1998– 248 (33) 281 2
Jaap Stam CB 1998–2001 125 (2) 127 1
Dwight Yorke FW 1998–2002 120 (32) 152 66
John O’Shea LB/CM 1998– 210 (66) 276 12
Quinton Fortune LW/LB 1999–2006 88 (38) 126 11
Mikaël Silvestre CB/LB 1999– 324 (34) 358 10
Fabien Barthez GK 2000–2004 139 (0) 139 0
Darren Fletcher CM/RW 2000– 121 (43) 164 7
Ruud van Nistelrooy FW 2001–2006 200 (19) 219 150
Rio Ferdinand CB 2002– 241 (4) 245 7
Michael Owen RW/LW 2003– 176 (41) 217 75
Louis Saha FW 2004– 74 (45) 119 41
Wayne Rooney FW 2004– 153 (15) 168 69
Antonio Valencia FW 2004– 153 (15) 168 69
Edwin van der Sar GK 2005– 122 (0) 122 0

Pengurus klub

  • Pemilik: Malcolm Glazer
  • Presiden Direktur: Martin Edwards

Manchester United Limited

  • Chairman: Joel Glazer & Avram Glazer
  • Direktur: Bryan Glazer, Kevin Glazer, Edward Glazer & Darcie Glazer
  • Pimpinan Eksekutif: David Gill
  • Chief Operating Officer: Michael Bolingbroke
  • Direktur Komersial: Richard Arnold

Klub sepak bola Manchester United

  • Direktur: David Gill, Michael Edelson, Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins
  • Sekretaris Klub: Ken Ramsden
  • Asisten Sekretaris Klub: Ken Merrett

Staf tim senior

  • Sekretaris Perusahaan: Patrick Stewart
  • Asisten Sekretaris Perusahaan: Ken Ramsden
  • Direktur Komunikasi: Phil Townsend
  • Direktur Komersial: Ben Hatton
  • Direktur Pemasaran: vacant
  • Direktur Servis Finansial: Steve Falk
  • Direktur Finansial dan TI: Steve Deaville
  • Direktur Fasilitas: Clive Snell

Staf kepelatihan dan medis

  • Manajer: Sir Alex Ferguson
  • Asisten Manajer: Mike Phelan
  • Pelatih Tim Utama: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Eric Steele
  • Pelatih Kebugaran: Tony Strudwick
  • Pelatih Fisik: Mick Clegg
  • Manajer Tim Cadangan: Ole Gunnar Solskjær
  • Pelatih Tim Cadangan: Warren Joyce
  • Pimpinan Pencari Bakat: Jim Lawlor
  • Pimpinan Pencari Bakat Eropa: Martin Ferguson
  • Direktur Akademi: Brian McClair
  • Direktur Sepak Bola Muda: Jimmy Ryan

Staf Kepelatihan Akademi

  • Asisten Direktur untuk usia 17–21 tahun: Paul McGuinness
  • Asisten Direktur untuk usia 9–16 tahun: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-18: Paul McGuinness
  • Pelatih Kepala U-16: Mark Dempsey
  • Pelatih Kepala U-12: Tony Whelan
  • Pelatih Kepala U-10: Eamon Mulvey
  • Pelatih Pengembangan Teknik: René Meulensteen
  • Pelatih Kiper: Richard Hartis
  • Pelatih Akademi: Eddie Leach, Tommy Martin, Mike Glennie & Andy Welsh

Staf Medis

  • Dokter Tim: Dr. Steve McNally
  • Asisten Dokter Tim: Dr. Tony Gill
  • Ahli fisioterapi Tim Utama: Rob Swire
  • Ahli fisioterapi Tim Cadangan: Neil Hough
  • Ahli fisioterapi Akademi Senior: Mandy Johnson
  • Ahli fisioterapi Akademi: John Davin & Richard Merron
  • Pemijat: Gary Armer & Rod Thornley
  • Pengatur Makanan Tim: Trevor Lea

Daftar pelatih

Waktu Nama Catatan
1878–1892 Tidak Diketahui
1892–1900 A. H. Albut
1900–1903 James West
1903–1912 J. Ernest Mangnall
1912–1914 John Bentley
1914–1922 Jack Robson
1922–1926 John Chapman
1926–1927 Lal Hilditch
1927–1931 Herbert Bamlett
1931–1932 Walter Crickmer
1932–1937 Scott Duncan Manajer pertama dari luar Inggris
1937–1945 Walter Crickmer
1945–1969 Matt Busby Manajer pertama setelah Perang Dunia II dan manajer dengan jabatan terpanjang
1969–1970 Wilf McGuinness
1970–1971 Matt Busby
1971–1972 Frank O’Farrell Manajer pertama dari luar Inggris Raya
1972–1977 Tommy Docherty
1977–1981 Dave Sexton
1981–1986 Ron Atkinson
1986–sekarang Alex Ferguson Manajer dengan trofi terbanyak; Manajer terlama yang melatih MU setelah Sir Matt Busby

Pemasok Kostum dan Sponsor

Pemasok Kostum

  • 1980-1992: Adidas
  • 1992-2002: Umbro
  • 2002-kini: Nike

Sponsor

  • 1982-2000: Sharp
  • 2000-2006: Vodafone
  • 2006-2010: AIG
  • 2010-kini: AON

Prestasi

1. Domestik

Liga

  • Liga Utama Inggris: 19
    • 1907–08, 1910–11, 1951-52, 1955-56, 1956–57, 1964–65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002–03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011
  • Liga Divisi Satu Inggris: 2
    • 1935–36, 1974–75

Piala

  • Piala FA: 11
    • 1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
  • Piala Carling: 4
    • 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
  • FA Charity/Community Shield: 18 (4 kali juara bersama)
    • 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010. (* juara bersama)

2. Eropa

  • Liga Champions UEFA: 3
    • 1968, 1999, 2008
  • Piala Winners UEFA: 1
    • 1991
  • Piala Super UEFA: 1
    • 1991

3. Internasional

  • Piala Interkontinental/Kejuaraan Dunia Antar Klub: 1
    • 1999
  • Piala Dunia Antarklub FIFA: 1
    • 2008

sumber : http://id.wikipedia.org

artikel terkait

Cara bermain futsal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: