Biofortifikasi, Meningkatkan Betakaroten dalam Jagung
Defisiensi (kekurangan) vitamin A menjadi momok menakutkan. Sedikitnya 250.000 anak di dunia menjadi buta setiap tahun akibat kekurangan vitamin A. Tidak hanya anak-anak, data WHO menyebutkan defisiensi vitamin A menjadi ancaman bagi ibu-ibu hamil di Asia Tenggara dan Afrika.
Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro untuk kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin A berakibat tubuh rentan serangan infeksi seperti campak dan diare. Vitamin A bertugas mengatur sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi dengan memproduksi sel darah putih. Serangan infeksi menghambat penyerapan gizi dalam tubuh dan mengikis cadangan vitamin A di tubuh.
Lazimnya, vitamin A diperoleh dari susu serta buah berwarna hijau dan kuning. Sumber lain bisa berupa hati dan sayuran hijau. Namun ada cara lain untuk meningkatkan asupan vitamin A dalam tubuh, yaitu melalui biofortifikasi. Biofortifikasi merujuk pada pemuliaan bahan tanaman pangan untuk meningkatkan nutrisi mikro yang terkandung di dalamnya. Contoh, biofortifikasi jagung kaya vitamin A atau betakaroten. Keunggulan biofortifikasi adalah zat gizi yang menjadi bagian dari tanaman tidak hilang saat pengolahan.
Jagung Kaya Vitamin A, Kontribusi Pemenuhan Gizi Masyarakat
Jagung merupakan bahan makanan pokok kedua setelah padi di Indonesia. Jagung kaya karbohiclrat, protein, dan asam amino. Karbohidrat jagung mencapai 10%, lebih tinggi dibanding beras, 7,5%.Sayangnya, jagung miskin vitamin A, hanya 1-3 mg per gram. Jagung bisa disebut tinggi vitamin A jika kandungan betakarotennya mencapai 5-15 mg per gram.
Biofortifikasi merupakan langkah yang ditempuh Balitsereal (Balai Penelitian Tanaman Serelia di Maros, Makassar) sejak tahun 2008 guna melepas jagung yang tinggi vitamin A, Diharapkan dengan “penyelipan” vitamin A di jagung, asupan zat mikro itu bisa dipenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya lebih. Apalagi di lndonesia belum tersedia varietas jagung kaya vitamin A.
Pengujian ditempuh bekerjasama dengan Pusat Penelitian Jagung dan Gandum lnternasional (CIMMYT) yang berkedudukan di Meksiko. Galur-galur pilihan sebelumnya diuji lapangan agar sesuai dengan kondisi lndonesia. Ada 7 materi genetik yang digunakan : obatanpa (proA) BC1BC2-F2, 2m305 (proA) BC1BE2F2, sam4 (proA) BC1BC2F2, KUI carotenoid syn, KUI carotenoid syn (broad), carotenoid syn-3 dan carotenoid syn-3 (broad).
Lolos uji lapangan, ke-7 materi genetik itu menjalani uji muitilokasi pada 2009 dan 2010 di 16 lokasi berbeda di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Riau, dan Jarnbi. Sebagai pembanding digunakan varietas Sukmaraga dan Srikandi kuning-1 yang dirilis pada 2004 sebagai jagung protein tinggi. Dari hasil uji tersebut, diperoleh 2 galur harapan, yaitu, obatanpa (proA) BC1BC2-F2 dan KUI carotenoid syn.
Ticiak hanya kaya betakaroten, produksi keduanya pun moncer. Produktivitas obatanpa (proA) BC1BC2-F2 yang akan dilepas dengan nama Srikandi kuning-2a mencapai 6,95 ton/ha. Galur KUI carotenoid syn yang akan dilepas dengan nama Srikandi kuning-3a mencapai 7,14 ton/ha. Jumlah itu lebih besar dibandingkan Sukmaraga, 6,64 ton/ha, dan Srikandi kuning-1 sebesar 6,12 ton /ha. Kehadiran jagung kaya vitamin A itu diharapkan dapat memberikan kontribusi pemenuhan gizi masyarakat yang mudah, murah dan enak. Selain tentunya memberikan pilihan jenis bagi pekebun jagung. (SM)
artikel terkait :
- Cara menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan anak
- Ciri-ciri orang yang gampang digigit nyamuk
- Cara melindungi tubuh dari flu
- Tanaman penangkal polusi dan pembersih udara
- Fungsi dan manfaat tes DNA
- Cara menjaga paru-paru tetap sehat dan kuat
- Manfaat air putih untuk keshatan
- Cara membedakan madu asli dan palsu


















[...] Biofortifikasi meningkatkan betakaroten dalam jagung [...]